MAKALAH
SETRATEGI MENGINGAT
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Teori Pembelajaran
Dosen pengampu : Dra.Lilik Sriyanti. ,M.Si

Disusun Oleh :
M. Taufikhurohman 111
11 062
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
SALATIGA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Jika
kita menonton televise dirumah yang acarannya sangat seru, lalu tiba-tiba
gambar pada televise itu hilang, biasanya kita memukul-mukul televise dengan
lembut. Dan ketika kehadian itu terulang maka anda akan memukul-mukul semakain
keras hingga televise itu rusak. Itulah karena kita tidak tahu cara kerja
televisi. Sama halnya ketika kita gagal ataupun susah menghafal, ataupun sering
lupa hafalan kita, kita kadang menyalahkan diri kita,otak kita, dan lama-kelamaan
otak itu bisa rusak seperti televise tadi.
Otak
merupakan benda kecil yang terletak di kepala. Kalau di ukur besar otak kurang
lebih dua kepal tangan orang dewasa. Namun benda kecil itu mampu untuk
menyimpan memori yang sangat banyak, bahkan seberapapun kita mengisi otak tidak
akan penuh.
Maka
dari itu kita perlu tahu cara kerja otak pada manusia, bagaimana otak menerima,
mengolah, menyimpan, dan mengluarkan data.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan mengingat ?
2. Bagaimana daya ingat bekerja?
3. Jenis-jenis ingatan?
4. Apa saja yang menjadi unsur-unsur mengingat?
5. Bagaimana cara mengingat kembali hal-hal yang pernah diterima?
6. Apa setrategi untuk mengingat sesuatu yang penting?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana cara kerja otak yang benar.
2. Untuk mengetahui setrategi cara mengingat dan menerapkan pada
kehidupan.
3. Untuk mengetahui peranan penting mengingat dalam berfikir.
4. Untuk mengetahui unsur-unsur apa saja yang terdapat didalam mengingat.
5. Untuk mengetahui cara menimbulkan
ingatan kembali.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Mengingat
Menurut
Maharishi Pantajali yang menulis shloka dalam Samadi Paad “Anubhuta
Vishaya, Sama Pramosh Smriti” dalam Patanjali Yogdarsan yang berarti
bahwa melalui pengalaman, subyek yang disimpan dalam benak kita disebut daya
ingat.[1]
Dalam
setiap proses belajar, penting sekali fungsi ingatan. Mengingat adalah
perbuatan menyimpan hal-hal yang sudah diketahui untuk pada suatu saat nanti
atau dikemudian hari akan dikeluarkan dan digunakan kembali. Tanpa ingatan maka
hampir tidak mungkin seorang mempelajari sesuatu[2].Mengingat
juga bisa diartikan sebagai sistem yang sangat berstuktu, yang menyebabkan
organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya
untuk membimbing perilakunya.Setiap saat setimuli mengenai indra kita, setiap
saat pula stimuli itu direkam secara sadar atau tidak sadar.Beberapa kemampuan
rata-rata memori manusia untuk menyimpan informasi.[3]
Jadi
mengingat adalah sesuatu yang tersimpan dalam otak manusia entah itu pengalaman,
kenangan, atau sesuatau hal yang tak terlupa, dengan menggunakan stimulus indra
dan pada suatu saat nanti akan dikeluarkan kembali.
B.
Bagaimana Daya Ingat Bekerja
Imam Al-Ghazali
menggambarkan tubuh manusia ibarat sebuah kerajaan. Mata, telinga, hidung, mulut dan lidah adalah para inteligen yang mencari berita.
Ketika memperoleh berita, mereka langsung menyampaikannya ke otak.
Al-Ghazali
mengumpamakan otak dengan perdana menteri yang bertugas mengolah informasi yang
dibawa oleh para informan. Sang perdana menteri ini memiliki sistem yang
dirancangnya untuk menjaga informasi itu. Sistem penjagaan
informasi itu dinamai oleh Al-Ghazali dengan daya simpan (hafazhah). Setelah
diolah sedemikian rupa, informasi itu akan disampaikan kepada hati. Al-Ghazali
mengumpamakan hati sebagai raja yang akan mengambil keputusan terhadap
informasi itu.
Untuk
lebih jelas mempelajari daya ingat orang harus memahami bagaimana daya ingat
bekerja. Hanya dengan itu kita dapat memahami mengapa hanya sedikit orang yang
mempunyai daya ingat dengan baik.karena itu mengetahui bagaimana daya ingat
befungsi menjadi sanagat penting. Daya ingat bekerja dalam empat tahap.
1. Daya ingat mengenali sesuatu
2.
Kesan
tinggal di Daya Ingat
3.
Daya
ingat menyimpan kesan
4. Daya ingat menyimpan apa yang pelu disimpan
Terlebih
dahulu kita bicara tentang lima indera dan bagaimana mereka membantu kita dalam
mengingat, kesan yang ditinggalkan didalam benak kita. Ketika mengingat dengan
bantuan satu panca indera atau dua panca indera yang saling bekerja sama, ini
akan meninggalkan kesan dalam bentuk daya ingat.
Contoh
ketika kita menghadiri suatu pesta dan disitu kita bertemu seorang wanita yang
cantik, entah dia memperkenelkan diri atau dikenalkan orang lain kepada kita.
Kita melihat orang itu dengan mata, mendengar suara orang itu dengan telinga,
karena itu kita bisa mengenal orang itu dalam bentuk daya ingat, yang disimpan
dalam benak kita, yang dinamakan penyimpanan. Dan setelah bebrapa saat ketika
kita melihat orang itu kita akan memanggil namanya lagi karena yakin kita
mengingat dan mengenalinya. Begitu cara daya ingat bekerja.
C.
Jenis-jenis ingatan
Secara Sederhana,
Ingatan dapat dikelompokkan menurut waktu dan lamanya ingatan disimpan. Ingatan
jangka pendek dan ingatan jangka panjang adalah pengelompokan paling sederhana
berdasarkan waktu penyimpanan. Kemudian, lamanya penyimpanan dibagi lagi
menjadi dua bagian, yaitu ingatan persepsi langsung dan ingatan aktif.
Ingatan persepsi
langsung disimpan selama kurang dari satu detik. Misalnya, untuk
menginterprestasikan serangkaian gambar seperti gambar-gambar yang bergerak,
atau serangkaian kata hingga kata tersebut ditulis atau diketik. Ingatan aktif,
nama lain untuk ingatan jangka pendek, berlangsung cukup lama. Contohnya anda
melihat nomor telpon lalu anda memijit nomor telpon yang baru saja dilihat.
Ingatan jangka
pendek dapat menyimpan suatu informasi sampai dua puluh detik atau bisa juga
lebih dari dua puluh detik, apabila informasi tersebut diberi tanda khusus atau
diulang-ulang. Misalnya, lokasi tempat anda memarkir mobil dapat disimpan dalam
ingatan jangka pendek lebih lama dari waktu standar. Ingatan pada tempat parkir
mobil anda ini akan tersimpan dalam ingatan jangka pendek lebih lama dalam
ingatan jangka pendek dengan waktu lebih lama dari waktu standar, apabila anda
mengamati tanda-tanda alam yang ada disekitar mobil tersebut dan kemudian
memakai informasi itu saat menampilkan kembali ingatgan tentang lokasi parkir.
Informasi yang
dikodekan sebagai ingatan jangka panjang dapat bertahan sampai seumur hidup. Seorang
nenek yang telah berusia 90 tahun masih mengingat dengan jelas saat-saat
pertama dia berjumpa dengan suaminya. Seolah-olah kejadian tersebut berlangsung
kemarin. Ingatan si nenek ini menunjukkan betapa panjang ingatan yang dimiliki
olehnya.
Menurut pengodean
dan bagaimana ingatan tersebut dipanggil, jenis ingatan dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu ingatan eksplisit dan ingatan implisit. Ingatan eksplisit
adalah ingatan yang diperoleh melalui suatu maksud dan tertentu. Ingatan
eksplisit disebut juga ingatan deklaratif. Sedangkan ingatan implisit adalah
ingatan yang dicapai secara organis atau secara otomatis. Ingatan implisit
disebut juga ingatan nondeklaratif.
1. Ingatan implisit
dibagi menjadi empat bagian yaitu:
a. Ingatan prosedural
Ingatan prosedural adalah ingatan yang disimpan setelah
melakukan kegiatan atau keahlian yang dipelajari.
b. Ingatan refleksif
Ingatan refleksif adalah ingatan mendasar yang membuat
manusia dapat bertahan hidup.
c. Ingatan indrawi
Pengondisian indrawi terkait dengan jalur perjalanan ingatan
menuju otak melalui alur indrawi. Misalnya, ingatan yang ditangkap oleh mata
akan di simpan sebagai gambaran nyata dalam bagian otak yang disebut korteks
visual.
d. Ingatan emosional
Ingatan emosional terkait dengan semua informasi yang
disimpan di dalam otak sebagai akibat stimulasi indrawi yang sangat kuat. Mulai
dari rasa takut sampai gembira.
2. Ingatan eksplisit
dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Ingatan semantik
Ingatan semantik merupakan sistem penampilan ingatan yang
paling lemah, yaitu yang baru diproses.
b. Ingatan episodik
Ingatan episodik dipicu oleh tempat dan lingkungan. Nama lain
untuk menyebut ingatan episodik adalah ingatan autobiografi. Dengan menggunakan
konteks suatu peristiwa sebagai pemicu, anda dapat mengaktifkan kembali ingatan
tersebut.
D.
Unsur-unsur Mengingat
Ketiga unsur tersebut satu dengan yang lainya
saling berkaitan atau berpautan. Secara teoritis agar sistematis dapat
dibicarakan secara singkat masing-masing sebagai berikut :
1. Mencamkan atau menerima
Mencamkan ialah melekatkan kesan sedemikian
hingga tersimpan dan dapat direproduksi. Mencamkan dapat terlaksana secara
tidak sengaja apabila kesan yang didapat tidak dengan disertai perhatian.
Sedang mencamkan dengan sengaja dilaksanakan dengan penuh perhatian, aktif, dan
bertujuan.
2. Menyimpan
Kesan-kesan yang disimpan dapat bersifat:
a. Setia : tersimpan dengan baik dan tidak berubah.
b. Tahan lama : tersimpan lama.
c. Luas : banyak kesan yang disimpan.
d. Patuh : pesan yang dicamkan mudah direproduksi.
3. Mereproduksi atau mengeluarkan kembali
Mereproduksi ialah suatu keaktifan jiwa untuk
membangun kembali pesan-pesan yang telah diterima.
Dalam mereproduksi sesuatu yang telah didapat, oleh
Woodworthmengistilahkan sebagai berikut :
a. Racall : mengenal kembali untuk diingat
b. Recognize : mengenal kembali dihadapan bendanya
c. Relearned :ingat kembali karena mempelajari[4]
Dalam hal ini juga ada pendapat lain yang menyebutkan
bahwa mereproduksi dilakukan dengan empat cara, yaitu :
a.
Pengingatan(recall).pengingatan adalah proses
aktif umtuk menghasilkan kembali fakta dan informasi secara verbatim(kata demi
kata) tanpa petunjuk yang jelas.
b.
Pengenalan (recognition).agak sukar untuk
mengingat kembali sejumlah fakta, tetapi lebih mudah untuk mengenalnya kembali.
c.
Belajar lagi (relearning) menguasai kembali
pelajaran yang sudah pernah diperoleh termasuk pekerjaan memori.
d.
Redintegrasi (redintegration). Ialah
merekonstruksi seluruh masa lalu dari suatu petunjuk memori kecil.[5]
Apabila kita melakukan rekognisi, recall, reproduksi ataupun performance,
pertama-tama kita harus memperoleh materinya. Memperoleh materi merupakan
langkah pertama dalam keseluruhan proses yang bertitik puncak pada mengingat.
Suatu bentuk memperoleh
materi tertentu dikaitkan dengan tiap bentuk mengingat. Untuk merekognisi dan
me-recall, seseorang harus mempersepsi, sedangkan untuk memperoduksi, seseorang
harus membentuk kebiasaan. Karena itu, seseorang perlu belajar.
Ada beberapa cara untuk
mengingat kembali hal-hal yang sudah pernah diketahui sebelumnya.
a. Rekoleksi,
yaitu menimbulkan kembali ingatan suatu peristiwa, lengkap dengan segala detail
dan hal-hal yang terjadi di sekitar tempat peristiwa yang terjadi pada masa
lalu. Misalnya: seorang pria mengingat peristiwa pertama kali ia pergi dengan
seorang gadis.
b. Pembauran
ingatan, hampir sama dengan rekoleksi, tetapi ingatannya hanya timbul kalau ada
hal yang merangsang ingatan itu. Misalnya dalam contoh di atas ingatan timbul
setelah pria tersebut secara kebetulan berjumpa kembali dengan gadis yang
bersangkut.
c. Memanggil
kembali ingatan, yaitu mengingat kembali suatu hal, sama sekali terlepas dari
hal-hal lain di masa lalu. Misalnya, mengingat sajak. Yang diingat di sini
hanya sajaknya saja, tetapi pada suatu saat apa saja yang dipelajari untuk
pertama kalinya, tidak diperhatikan lagi.
d. Rekognisi,
yaitu mengingat kembali suatu hal setelah menjumpai sebagian dari hal tersebut.
Misalnya ingat suatu lagu, setelah mendengar sebagian dari nada lagu tersebut.
e. Mempelajari
kembali, terjadi kalau kita mempelajari hal sama untuk kedua kalinya, bhanyak
hal-hal yang akan diingat kembali, sehingga tempo belajar dapat menjadi jauh
lebih singkat[6]
E. Strategi Mengingat Informasi yang Penting
1. Keyakinan Positif
Anda harus yakin bahwa Anda
dapat mengingat apapun yang diinginkan. Dengan keyakinan tersebut, tubuh Anda
akan relaks dan mampu mengarahkan seluruh energi untuk melakukan tugas yang
dihadapi. Sikap positif ini akan menular pada setiap aspek. Sikap positif akan
mengubah susunan senyawa kimia otak. Sikap ini juga akan merangrang produksi
dopamin, neurotransmiter otak yang menimbulkan rasa senang. Dopamin yang
dirangsang ini akan memengaruhi sistem saraf dan kardiovaskuler, tingkat
metabolisme, dan suhu tubuh. Ia pun berperan dalam mengontrol tubuh.
Selanjutnya sikap positif membantu produksi neurotransmiter. Selain dopamin,
yaitu noradrenalin. Noradrenalin memberikan energi kepada Anda untuk bertindak
sesuai motivasi.
2. Pengamatan yang Cermat
Sebagian informasi yang masuk
ke otak kita adalah informasi dibawah sadar (Jensen dan Markowitz, 2003).
Menurut Emanual Donchin, sekitar 99% informasi yang kita proses termasuk
informasi dibawah sadar. Agar terhindar dari serangan informasi-informasi yang
tidak berguna, otak manusia mempunyai kemampuan belajar memperhatikan secara
sadar informasi yang dianggap penting. Artinya, saat sesuatu mengancam
kelangsungan Anda, Anda benar-benar menaruh perhatian.
3. Pertimbangkan Konteks
Termasuk elemen penting untuk
merekam sebuah ingatan adalah mempertimbangkan konteks. Mempertimbangkan
konteks hampir sama dengan mengingat sambil praktik. Biasanya, apabila kita
akan mempraktikkan sesuatu yang bersifat teoretis, kita akan melihat dahulu
gambaran besarnya.
4. Prinsip AAT
AAT adalah singkatan dari
awal, akhir, dan tengah. Biasanya, sebuah informasi diingat dalam urutan awal,
akhir, dan tengah. Yang paling mudah diingat adalah yang kita temui diawal,
kemudian diakhir, dan yang terakhir diingat adalah yang ada ditengah.
Menurut Eric Jensen, faktor kebaruan yang inheren di awal informasi dan
pelepasan emosi yang dirasakan pada saat akhir merangsang perubahan senyawa
kimiawi diotak.
5. Berupaya Untuk Aktif
Belajar menghapal aktif paling
cocok diterapkan dalam sebuah pelatihan. Biasanya, dalam pelatihan sangat
banyak cara kreatif yang dilakukan oleh para narasumber agar informasi yang
mereka sampaikan mudah diingat oleh para peserta.
6. Kelompokkan
Subjek yang kompleks atau unit
informasi yang panjang akan lebih mudah dipahami dan diingat apabila data
dikelompokkan dalam segmen-segmen yang lebih kecil dan mudah diatur.
7. Libatkan Emosi
Apabila emosi Anda terlibat
dalam pengingatan sebuah informasi, ia akan lebih tercetak dalam ingatan anda.
Kegembiraan, humor, ketegangan, ketakutan, kejutan atau emosi lainnya akan
merangsang produksi adrenalin, yang juga mengaktifkan amigdala. Adrenalin
adalah zat yang dilepaskan kelenjar adrenal kedalam darah sebagi respon bahaya.
Saat mencapai hati, adrenalin merangsang produksi glukosa untuk energi gerak
cepat. Adapun, amigdala adalah bagian otak yang berbentuk almond, ia terletak
disistem limbik atau otak bagian tengah. Bagian otak ini bertugas memproses
rangsangan indra. Adapun fungsi utamanya adalah membawa input emosional kedalam
ingatan.
8. Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan
Adapun beberapa cara agar kita
dapat Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan, diantaranya adalah :
a.
Tidur yang Cukup
b.
Buat Intreval Pembelajaran
c.
Buatlah menjadi penting
d.
Gunakanlah
e.
Buat Sebuah Kebiasaan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Mengingat
adalah perbuatan menyimpan hal-hal yang sudah diketahui untuk pada suatu saat
nanti atau dikemudian hari akan dikeluarkan dan digunakan kembali.
Cara
kerja daya ingat di antaranya ada empat:
1. Daya ingat mengenali sesuatu
2.
Kesan
tinggal di Daya Ingat
3.
Daya
ingat menyimpan kesan
4. Daya ingat menyimpan apa yang pelu disimpan
Jenis-jenis
ingatan dibagi menjadi 2 yaitu menurut waktu dan menurut pengkodean.
Menurut
waktu ada 3 macam:
1.
Ingatan
presepsi
2.
Ingatan
jangka pendek
3.
Ingatan
jangka panjang
Menurut pengkodean
1.
Implicit
2.
Eksplisit
Unsur-unsur mengingat yaitu :
1. Mencamkan / menerima
2. Menyimpan
3. Mereproduksi / mengeluarkan kembali
Beberapa setrategi mengingat
1. Keyakinan Positif
2.
Pengamatan yang Cermat
3.
Pertimbangkan Konteks
4.
Prinsip AAT
5.
Berupaya Untuk Aktif
6.
Kelompokkan
7.
Libatkan Emosi
8. Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan
DAFTAR PUSTAKA
Dakir, Dasar-Dasar Psikilogi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1993
Rakhmat Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung : Remadja Karya,
1989
Wirawan Sarwono Sarlito, Pengantar Umum Psikologi,Jakarta : Bulan
Bintang, 1976
Mahesa Kapadia, Daya Ingat Bagaimana Mendapatkan Yang Terbaik,
Jakarta: Puataka Popular Obor, 2003
[1]
Mahesa Kapadia,
Daya Ingat Bagaimana Mendapatkan Yang Terbaik, Jakarta: Puataka Popular
Obor, 2003, hlm 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar