Pages

Labels

Selasa, 10 September 2013

makalah strategi mengingat



MAKALAH
SETRATEGI MENGINGAT
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Teori Pembelajaran
Dosen pengampu : Dra.Lilik Sriyanti. ,M.Si


Disusun Oleh :
M. Taufikhurohman                111 11 062

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
SALATIGA
2013



BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Jika kita menonton televise dirumah yang acarannya sangat seru, lalu tiba-tiba gambar pada televise itu hilang, biasanya kita memukul-mukul televise dengan lembut. Dan ketika kehadian itu terulang maka anda akan memukul-mukul semakain keras hingga televise itu rusak. Itulah karena kita tidak tahu cara kerja televisi. Sama halnya ketika kita gagal ataupun susah menghafal, ataupun sering lupa hafalan kita, kita kadang menyalahkan diri kita,otak kita, dan lama-kelamaan otak itu bisa rusak seperti televise tadi.
Otak merupakan benda kecil yang terletak di kepala. Kalau di ukur besar otak kurang lebih dua kepal tangan orang dewasa. Namun benda kecil itu mampu untuk menyimpan memori yang sangat banyak, bahkan seberapapun kita mengisi otak tidak akan penuh.
Maka dari itu kita perlu tahu cara kerja otak pada manusia, bagaimana otak menerima, mengolah, menyimpan, dan mengluarkan data.
B.           Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan mengingat ?
2.      Bagaimana daya ingat bekerja?
3.      Jenis-jenis ingatan?
4.      Apa saja yang menjadi unsur-unsur mengingat?
5.      Bagaimana cara mengingat kembali hal-hal yang pernah diterima?
6.      Apa setrategi untuk mengingat sesuatu yang penting?
C.          Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana cara kerja otak yang benar.
2.      Untuk mengetahui setrategi cara mengingat dan menerapkan pada kehidupan.
3.      Untuk mengetahui peranan penting mengingat dalam berfikir.
4.      Untuk mengetahui unsur-unsur apa saja yang terdapat didalam mengingat.
5.      Untuk mengetahui cara menimbulkan ingatan kembali.




BAB II
PEMBAHASAN
A.          Pengertian Mengingat
Menurut Maharishi Pantajali yang menulis shloka dalam Samadi PaadAnubhuta Vishaya, Sama Pramosh Smriti” dalam Patanjali Yogdarsan yang berarti bahwa melalui pengalaman, subyek yang disimpan dalam benak kita disebut daya ingat.[1]
Dalam setiap proses belajar, penting sekali fungsi ingatan. Mengingat adalah perbuatan menyimpan hal-hal yang sudah diketahui untuk pada suatu saat nanti atau dikemudian hari akan dikeluarkan dan digunakan kembali. Tanpa ingatan maka hampir tidak mungkin seorang mempelajari sesuatu[2].Mengingat juga bisa diartikan sebagai sistem yang sangat berstuktu, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya.Setiap saat setimuli mengenai indra kita, setiap saat pula stimuli itu direkam secara sadar atau tidak sadar.Beberapa kemampuan rata-rata memori manusia untuk menyimpan informasi.[3]
Jadi mengingat adalah sesuatu yang tersimpan dalam otak manusia entah itu pengalaman, kenangan, atau sesuatau hal yang tak terlupa, dengan menggunakan stimulus indra dan pada suatu saat nanti akan dikeluarkan kembali.
B.           Bagaimana Daya Ingat Bekerja
Imam Al-Ghazali menggambarkan tubuh manusia ibarat sebuah kerajaan. Mata, telinga, hidung, mulut dan lidah adalah para inteligen yang mencari berita. Ketika memperoleh berita, mereka langsung menyampaikannya ke otak.
Al-Ghazali mengumpamakan otak dengan perdana menteri yang bertugas mengolah informasi yang dibawa oleh para informan. Sang perdana menteri ini memiliki sistem yang dirancangnya untuk menjaga informasi itu. Sistem penjagaan informasi itu dinamai oleh Al-Ghazali dengan daya simpan (hafazhah). Setelah diolah sedemikian rupa, informasi itu akan disampaikan kepada hati. Al-Ghazali mengumpamakan hati sebagai raja yang akan mengambil keputusan terhadap informasi itu.
Untuk lebih jelas mempelajari daya ingat orang harus memahami bagaimana daya ingat bekerja. Hanya dengan itu kita dapat memahami mengapa hanya sedikit orang yang mempunyai daya ingat dengan baik.karena itu mengetahui bagaimana daya ingat befungsi menjadi sanagat penting. Daya ingat bekerja dalam empat tahap.
1.      Daya ingat mengenali sesuatu
2.      Kesan tinggal di Daya Ingat
3.      Daya ingat menyimpan kesan
4.      Daya ingat menyimpan apa yang pelu disimpan
Terlebih dahulu kita bicara tentang lima indera dan bagaimana mereka membantu kita dalam mengingat, kesan yang ditinggalkan didalam benak kita. Ketika mengingat dengan bantuan satu panca indera atau dua panca indera yang saling bekerja sama, ini akan meninggalkan kesan dalam bentuk daya ingat.
Contoh ketika kita menghadiri suatu pesta dan disitu kita bertemu seorang wanita yang cantik, entah dia memperkenelkan diri atau dikenalkan orang lain kepada kita. Kita melihat orang itu dengan mata, mendengar suara orang itu dengan telinga, karena itu kita bisa mengenal orang itu dalam bentuk daya ingat, yang disimpan dalam benak kita, yang dinamakan penyimpanan. Dan setelah bebrapa saat ketika kita melihat orang itu kita akan memanggil namanya lagi karena yakin kita mengingat dan mengenalinya. Begitu cara daya ingat bekerja.
C.          Jenis-jenis ingatan
Secara Sederhana, Ingatan dapat dikelompokkan menurut waktu dan lamanya ingatan disimpan. Ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang adalah pengelompokan paling sederhana berdasarkan waktu penyimpanan. Kemudian, lamanya penyimpanan dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu ingatan persepsi langsung dan ingatan aktif.
Ingatan persepsi langsung disimpan selama kurang dari satu detik. Misalnya, untuk menginterprestasikan serangkaian gambar seperti gambar-gambar yang bergerak, atau serangkaian kata hingga kata tersebut ditulis atau diketik. Ingatan aktif, nama lain untuk ingatan jangka pendek, berlangsung cukup lama. Contohnya anda melihat nomor telpon lalu anda memijit nomor telpon yang baru saja dilihat.
Ingatan jangka pendek dapat menyimpan suatu informasi sampai dua puluh detik atau bisa juga lebih dari dua puluh detik, apabila informasi tersebut diberi tanda khusus atau diulang-ulang. Misalnya, lokasi tempat anda memarkir mobil dapat disimpan dalam ingatan jangka pendek lebih lama dari waktu standar. Ingatan pada tempat parkir mobil anda ini akan tersimpan dalam ingatan jangka pendek lebih lama dalam ingatan jangka pendek dengan waktu lebih lama dari waktu standar, apabila anda mengamati tanda-tanda alam yang ada disekitar mobil tersebut dan kemudian memakai informasi itu saat menampilkan kembali ingatgan tentang lokasi parkir.
Informasi yang dikodekan sebagai ingatan jangka panjang dapat bertahan sampai seumur hidup. Seorang nenek yang telah berusia 90 tahun masih mengingat dengan jelas saat-saat pertama dia berjumpa dengan suaminya. Seolah-olah kejadian tersebut berlangsung kemarin. Ingatan si nenek ini menunjukkan betapa panjang ingatan yang dimiliki olehnya.
Menurut pengodean dan bagaimana ingatan tersebut dipanggil, jenis ingatan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ingatan eksplisit dan ingatan implisit. Ingatan eksplisit adalah ingatan yang diperoleh melalui suatu maksud dan tertentu. Ingatan eksplisit disebut juga ingatan deklaratif. Sedangkan ingatan implisit adalah ingatan yang dicapai secara organis atau secara otomatis. Ingatan implisit disebut juga ingatan nondeklaratif.
1.      Ingatan implisit dibagi menjadi empat bagian yaitu:
a.       Ingatan prosedural
Ingatan prosedural adalah ingatan yang disimpan setelah melakukan kegiatan atau keahlian yang dipelajari.
b.      Ingatan refleksif
Ingatan refleksif adalah ingatan mendasar yang membuat manusia dapat bertahan hidup.
c.       Ingatan indrawi
Pengondisian indrawi terkait dengan jalur perjalanan ingatan menuju otak melalui alur indrawi. Misalnya, ingatan yang ditangkap oleh mata akan di simpan sebagai gambaran nyata dalam bagian otak yang disebut korteks visual.
d.      Ingatan emosional
Ingatan emosional terkait dengan semua informasi yang disimpan di dalam otak sebagai akibat stimulasi indrawi yang sangat kuat. Mulai dari rasa takut sampai gembira.
2.      Ingatan eksplisit dibagi menjadi dua, yaitu:
a.       Ingatan semantik
Ingatan semantik merupakan sistem penampilan ingatan yang paling lemah, yaitu yang baru diproses.
b.      Ingatan episodik
Ingatan episodik dipicu oleh tempat dan lingkungan. Nama lain untuk menyebut ingatan episodik adalah ingatan autobiografi. Dengan menggunakan konteks suatu peristiwa sebagai pemicu, anda dapat mengaktifkan kembali ingatan tersebut.
D.          Unsur-unsur Mengingat
Ketiga unsur tersebut satu dengan yang lainya saling berkaitan atau berpautan. Secara teoritis agar sistematis dapat dibicarakan secara singkat masing-masing sebagai berikut :
1.      Mencamkan atau menerima
Mencamkan ialah melekatkan kesan sedemikian hingga tersimpan dan dapat direproduksi. Mencamkan dapat terlaksana secara tidak sengaja apabila kesan yang didapat tidak dengan disertai perhatian. Sedang mencamkan dengan sengaja dilaksanakan dengan penuh perhatian, aktif, dan bertujuan.
2.      Menyimpan
Kesan-kesan yang disimpan dapat bersifat:
a.       Setia : tersimpan dengan baik dan tidak berubah.
b.      Tahan lama : tersimpan lama.
c.       Luas : banyak kesan yang disimpan.
d.      Patuh : pesan yang dicamkan mudah direproduksi.
3.      Mereproduksi atau mengeluarkan kembali
Mereproduksi ialah suatu keaktifan jiwa untuk membangun kembali pesan-pesan yang telah diterima.
Dalam mereproduksi sesuatu yang telah didapat, oleh Woodworthmengistilahkan sebagai berikut :
a.       Racall : mengenal kembali untuk diingat
b.      Recognize : mengenal kembali dihadapan bendanya
c.       Relearned :ingat kembali karena mempelajari[4]
Dalam hal ini juga ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa mereproduksi dilakukan dengan empat cara, yaitu :
a.          Pengingatan(recall).pengingatan adalah proses aktif umtuk menghasilkan kembali fakta dan informasi secara verbatim(kata demi kata) tanpa petunjuk yang jelas.
b.         Pengenalan (recognition).agak sukar untuk mengingat kembali sejumlah fakta, tetapi lebih mudah untuk mengenalnya kembali.
c.          Belajar lagi (relearning) menguasai kembali pelajaran yang sudah pernah diperoleh termasuk pekerjaan memori.
d.         Redintegrasi (redintegration). Ialah merekonstruksi seluruh masa lalu dari suatu petunjuk memori kecil.[5] 
 Apabila kita melakukan rekognisi, recall, reproduksi ataupun performance, pertama-tama kita harus memperoleh materinya. Memperoleh materi merupakan langkah pertama dalam keseluruhan proses yang bertitik puncak pada mengingat.
Suatu bentuk memperoleh materi tertentu dikaitkan dengan tiap bentuk mengingat. Untuk merekognisi dan me-recall, seseorang harus mempersepsi, sedangkan untuk memperoduksi, seseorang harus membentuk kebiasaan. Karena itu, seseorang perlu belajar.
Ada beberapa cara untuk mengingat kembali hal-hal yang sudah pernah diketahui sebelumnya.
a.       Rekoleksi, yaitu menimbulkan kembali ingatan suatu peristiwa, lengkap dengan segala detail dan hal-hal yang terjadi di sekitar tempat peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Misalnya: seorang pria mengingat peristiwa pertama kali ia pergi dengan seorang gadis.
b.      Pembauran ingatan, hampir sama dengan rekoleksi, tetapi ingatannya hanya timbul kalau ada hal yang merangsang ingatan itu. Misalnya dalam contoh di atas ingatan timbul setelah pria tersebut secara kebetulan berjumpa kembali dengan gadis yang bersangkut.
c.       Memanggil kembali ingatan, yaitu mengingat kembali suatu hal, sama sekali terlepas dari hal-hal lain di masa lalu. Misalnya, mengingat sajak. Yang diingat di sini hanya sajaknya saja, tetapi pada suatu saat apa saja yang dipelajari untuk pertama kalinya, tidak diperhatikan lagi.
d.      Rekognisi, yaitu mengingat kembali suatu hal setelah menjumpai sebagian dari hal tersebut. Misalnya ingat suatu lagu, setelah mendengar sebagian dari nada lagu tersebut.
e.       Mempelajari kembali, terjadi kalau kita mempelajari hal sama untuk kedua kalinya, bhanyak hal-hal yang akan diingat kembali, sehingga tempo belajar dapat menjadi jauh lebih singkat[6]

E.     Strategi Mengingat Informasi yang Penting
1.      Keyakinan Positif
Anda harus yakin bahwa Anda dapat mengingat apapun yang diinginkan. Dengan keyakinan tersebut, tubuh Anda akan relaks dan mampu mengarahkan seluruh energi untuk melakukan tugas yang dihadapi. Sikap positif ini akan menular pada setiap aspek. Sikap positif akan mengubah susunan senyawa kimia otak. Sikap ini juga akan merangrang produksi dopamin, neurotransmiter otak yang menimbulkan rasa senang. Dopamin yang dirangsang ini akan memengaruhi sistem saraf dan kardiovaskuler, tingkat metabolisme, dan suhu tubuh. Ia pun berperan dalam mengontrol tubuh. Selanjutnya sikap positif membantu produksi neurotransmiter. Selain dopamin, yaitu noradrenalin. Noradrenalin memberikan energi kepada Anda untuk bertindak sesuai motivasi.
2.      Pengamatan yang Cermat
Sebagian informasi yang masuk ke otak kita adalah informasi dibawah sadar (Jensen dan Markowitz, 2003). Menurut Emanual Donchin, sekitar 99% informasi yang kita proses termasuk informasi dibawah sadar. Agar terhindar dari serangan informasi-informasi yang tidak berguna, otak manusia mempunyai kemampuan belajar memperhatikan secara sadar informasi yang dianggap penting. Artinya, saat sesuatu mengancam kelangsungan Anda, Anda benar-benar menaruh perhatian.
3.      Pertimbangkan Konteks
Termasuk elemen penting untuk merekam sebuah ingatan adalah mempertimbangkan konteks. Mempertimbangkan konteks hampir sama dengan mengingat sambil praktik. Biasanya, apabila kita akan mempraktikkan sesuatu yang bersifat teoretis, kita akan melihat dahulu gambaran besarnya.
4.      Prinsip AAT
AAT adalah singkatan dari awal, akhir, dan tengah. Biasanya, sebuah informasi diingat dalam urutan awal, akhir, dan tengah. Yang paling mudah diingat adalah yang kita temui diawal, kemudian diakhir, dan yang terakhir diingat adalah  yang ada ditengah. Menurut Eric Jensen, faktor kebaruan yang inheren di awal informasi dan pelepasan emosi yang dirasakan pada saat akhir merangsang perubahan senyawa kimiawi diotak.
5.      Berupaya Untuk Aktif
Belajar menghapal aktif paling cocok diterapkan dalam sebuah pelatihan. Biasanya, dalam pelatihan sangat banyak cara kreatif yang dilakukan oleh para narasumber agar informasi yang mereka sampaikan mudah diingat oleh para peserta.
6.      Kelompokkan
Subjek yang kompleks atau unit informasi yang panjang akan lebih mudah dipahami dan diingat apabila data dikelompokkan dalam segmen-segmen yang lebih kecil dan mudah diatur.
7.      Libatkan Emosi
Apabila emosi Anda terlibat dalam pengingatan sebuah informasi, ia akan lebih tercetak dalam ingatan anda. Kegembiraan, humor, ketegangan, ketakutan, kejutan atau emosi lainnya akan merangsang produksi adrenalin, yang juga mengaktifkan amigdala. Adrenalin adalah zat yang dilepaskan kelenjar adrenal kedalam darah sebagi respon bahaya. Saat mencapai hati, adrenalin merangsang produksi glukosa untuk energi gerak cepat. Adapun, amigdala adalah bagian otak yang berbentuk almond, ia terletak disistem limbik atau otak bagian tengah. Bagian otak ini bertugas memproses rangsangan indra. Adapun fungsi utamanya adalah membawa input emosional kedalam ingatan.
8.      Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan
Adapun beberapa cara agar kita dapat Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan, diantaranya adalah :
a.       Tidur yang Cukup
b.      Buat Intreval Pembelajaran
c.       Buatlah menjadi penting
d.      Gunakanlah
e.       Buat Sebuah Kebiasaan









BAB III
PENUTUP
A.          Kesimpulan
Mengingat adalah perbuatan menyimpan hal-hal yang sudah diketahui untuk pada suatu saat nanti atau dikemudian hari akan dikeluarkan dan digunakan kembali.
Cara kerja daya ingat di antaranya ada empat:
1.      Daya ingat mengenali sesuatu
2.      Kesan tinggal di Daya Ingat
3.      Daya ingat menyimpan kesan
4.      Daya ingat menyimpan apa yang pelu disimpan
Jenis-jenis ingatan dibagi menjadi 2 yaitu menurut waktu dan menurut pengkodean.
Menurut waktu ada 3 macam:
1.      Ingatan presepsi
2.      Ingatan jangka pendek
3.      Ingatan jangka panjang
Menurut pengkodean
1.      Implicit
2.      Eksplisit
Unsur-unsur mengingat yaitu :
1.      Mencamkan / menerima
2.      Menyimpan
3.      Mereproduksi / mengeluarkan kembali
Beberapa setrategi mengingat
1.       Keyakinan Positif
2.      Pengamatan yang Cermat
3.      Pertimbangkan Konteks
4.      Prinsip AAT
5.      Berupaya Untuk Aktif
6.      Kelompokkan
7.      Libatkan Emosi
8.      Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan


DAFTAR PUSTAKA

              Dakir, Dasar-Dasar Psikilogi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1993
              Rakhmat Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung : Remadja Karya, 1989
       
              Wirawan Sarwono Sarlito, Pengantar Umum Psikologi,Jakarta : Bulan Bintang, 1976

  Mahesa Kapadia, Daya Ingat Bagaimana Mendapatkan Yang Terbaik, Jakarta: Puataka Popular Obor, 2003


[1] Mahesa Kapadia, Daya Ingat Bagaimana Mendapatkan Yang Terbaik, Jakarta: Puataka Popular Obor, 2003, hlm 4
[2] Sarlito Wirawan Sarwono ,Pengantaara Umum Psikologi, Jakarta : Bulan Bintang, 1976 , hlm 48
[3] Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Komunikasi, Bandung : Remadja Karya, 1989,hlm 70
[4] Dakir, Dasar-Dasar Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1993,hlm 55
[5]Ibid, Jalaluddin Rakhmat, hlm 72
[6] Ibid, Sarlito Wirawan sarwono ,hlm 49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar