Itu
salah satu potongan lagu yang kami layangkan ke udara baik
pagi, siang, sore, maupun malam. Kami selalu meneriakan lagu sebagai
penyemangat, yang diikuti irama langkah kaki. prak,,prak,,prak...(suara
sepatu PDL, awas calon perwira mau lewat,,hh). Tak tahu berapa langkah
yang
sudah kami tempuh dan tak tahu sampai kapan ayunan kaki itu akan
berahir. Namun tekat
dalam hati kami, “badai pasti berlalu”.
Kawan kali ini saya akan berbagi cerita tentang pendidikan kami di
MENWA. Hari-hari saya lalui dengan penuh semangat, tiada satu detik pun waktu
terbuang dengan sia-sia, kegiatan pun silih berganti.
Sejak dimulai upacara pembukaan Pendidikan Dasar MENWA (Resimen Mahasiswa), berarti
kami telah memasuki peraturan-peraturan yang ada di DODIK Bela Negara, tepatnya di kota Magelang.
saya tak tahu apa yang akan terjadi setelah upacara pembukaan itu, mengingat
sebelum masuk DODIK kami sudah di jungkir, merayap, jalan jongkok. Dalam
fikiran setalah upacara itu kami akan istirahat makan, tidur nyenyak. Namuan tidak, kami masih harus
menentang terik Matahari. Siang itu dengan jaket kulit (tanpa baju) ku ikuti
instruksi pelatih untuk ngepel lapangan dengan tubuh kami. Guling sana, guling
sini, jungkir sana, jungkir sini. Kepala ini mulai pusing, perut mulai mual. Terasa ada yang mau keluar dari perut saya,
kutahan dan coba kutahan, ahirnya keluarlah apa yang sudah saya makan sejak
pagi tadi.
Haaaah…haaaahh..haaaaahh…nafas
yang tak beraturan, fikiran yang tak
karuan, kapan penderitaan ini berahir. Suara- suara pelatih yang masih
lantang
meneriakai “hai….ngapain kau berhenti….guling…”. Itu mungkin belum
seberapa penderitaan yang saya alami di bandingkan dengan perjuangan
para pahlawan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Mereka harus mandi
dengan darah dalam medan pertempuran, mengorbankan jiwa raga mereka,
meninggalkan keluarga mereka. Semoga semua amalmu di terima disisiNya,
dan para pnerus bangsa tidak pernah lupa akan jasa-jasamu
“ ayoooo…semangat….” Teman-taman senasib seperjuangan memberi dukungan kepada saya. "ayo kita pasti bisa". Terimaksih teman-teman kalian tak kan ku lupa. Dalam hati berkata“Tak kan patah hati ini karena pelatihan”. Saya harus mampu berdiri di atasku sendiri, perjuangan ini kan ku kenang sampai anak cucu "hehe"
Hemmmm usai sudah penderitaan siang itu terasa plong dalam hati. Itu baru setangah hari, padahal padahal pendidikan selama 2 minggu,,,kawan sampai jumpa di cerita berikutnya….haha..haa..
“ ayoooo…semangat….” Teman-taman senasib seperjuangan memberi dukungan kepada saya. "ayo kita pasti bisa". Terimaksih teman-teman kalian tak kan ku lupa. Dalam hati berkata“Tak kan patah hati ini karena pelatihan”. Saya harus mampu berdiri di atasku sendiri, perjuangan ini kan ku kenang sampai anak cucu "hehe"
Hemmmm usai sudah penderitaan siang itu terasa plong dalam hati. Itu baru setangah hari, padahal padahal pendidikan selama 2 minggu,,,kawan sampai jumpa di cerita berikutnya….haha..haa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar