Pages

Labels

Kamis, 03 April 2014

 Setengah Hari
“Tiada gunung terlalu tinggi, buat kami daki  disiang hari”….
“Tiada jurang terlalu dalam buat kami susuri di malam gelap”…..
Itu salah satu potongan lagu yang kami layangkan ke udara baik pagi, siang, sore, maupun malam. Kami selalu meneriakan lagu sebagai penyemangat, yang diikuti irama langkah kaki. prak,,prak,,prak...(suara sepatu PDL, awas calon perwira mau lewat,,hh). Tak tahu berapa langkah yang sudah kami tempuh dan tak tahu sampai kapan ayunan kaki itu akan berahir. Namun tekat dalam hati kami, “badai pasti berlalu”.
Kawan kali ini saya akan berbagi cerita tentang pendidikan kami di MENWA. Hari-hari saya lalui dengan penuh semangat, tiada satu detik pun waktu terbuang dengan sia-sia, kegiatan pun silih berganti.
Sejak dimulai upacara pembukaan Pendidikan Dasar MENWA (Resimen Mahasiswa), berarti kami telah memasuki peraturan-peraturan yang ada di DODIK Bela Negara, tepatnya di kota Magelang. saya tak tahu apa yang akan terjadi setelah upacara pembukaan itu, mengingat sebelum masuk DODIK kami sudah di jungkir, merayap, jalan jongkok. Dalam fikiran setalah upacara itu kami akan istirahat makan, tidur nyenyak. Namuan tidak, kami masih harus menentang terik Matahari. Siang itu dengan jaket kulit (tanpa baju) ku ikuti instruksi pelatih untuk ngepel lapangan dengan tubuh kami. Guling sana, guling sini, jungkir sana, jungkir sini. Kepala ini mulai pusing, perut mulai mual. Terasa ada yang mau keluar dari perut saya, kutahan dan coba kutahan, ahirnya keluarlah apa yang sudah saya makan sejak pagi tadi.
Haaaah…haaaahh..haaaaahh…nafas yang tak beraturan, fikiran yang tak karuan, kapan penderitaan ini berahir. Suara- suara pelatih yang masih lantang meneriakai “hai….ngapain kau berhenti….guling…”. Itu mungkin belum seberapa penderitaan yang saya alami di bandingkan dengan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Mereka harus mandi dengan darah dalam medan pertempuran, mengorbankan jiwa raga mereka, meninggalkan keluarga mereka. Semoga semua amalmu di terima disisiNya, dan para pnerus bangsa tidak pernah lupa akan jasa-jasamu
 “ ayoooo…semangat….” Teman-taman senasib seperjuangan memberi dukungan kepada saya. "ayo kita pasti bisa". Terimaksih teman-teman kalian tak kan ku lupa. Dalam hati berkata“Tak kan patah hati ini karena pelatihan”. Saya harus mampu berdiri di atasku sendiri, perjuangan ini kan ku kenang sampai anak cucu "hehe"
 Hemmmm usai sudah penderitaan siang itu terasa plong dalam hati. Itu baru setangah hari, padahal padahal pendidikan selama 2 minggu,,,kawan sampai jumpa di cerita berikutnya….haha..haa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar